Senin, 22 September 2013 | 23:56:54 WIB Oleh : Feryna

[Match Preview] Arema vs Mitra Kukar : Malu Jika Pulang Jadi Juru Kunci

Arema vs Mitra Kukar : Malu Jika Pulang Jadi Juru Kunci
© GarudaSoccer.com

GarudaSoccer.com – Saat peserta Indonesian International Tournament (IIT) memperebutkan Menpora Cup 2013 dirilis, ada yang menarik dengan adanya tiga tim yang sama-sama berebut jadi runner up Indonesia Super League 2012/13. Mereka adalah Arema Indonesia, Persib Bandung dan Mitra Kukar. Dua klub yang disebut pertama itu jadi tuan rumah Menpora Cup 2013. Runner up ISL akhirnya direbut Arema, Mitra Kukar di peringkat 3 dan Persib harus puas di urutan 4.

Kini mereka berada di satu turnamen. Masyarakat pecinta sepakbola yang sering menjadi analis dadakan berseloroh "Di turnamen ini akan ditentukan siapa sebenarnya yang layak jadi runner up ISL." Namanya juga seloroh, guyonan, tentu bukan bermaksud menggugat keabsahan Arema yang sudah terbukti berjibaku untuk menjadi pendamping Persipura sebagai kampiun ISL.

Namun, seperti pameo yang sangat kesohor dalam sepakbola, "Apapun bisa terjadi di lapangan". Seperti pula yang dikatakan Joko "Gethuk" Susilo, predikat sebagai runner up bukan jaminan langkah Arema akan mulus di Menpora Cup 2013. Ucapan yang tepat, dan mestinya jadi pegangan para pemain Arema untuk menampilkan dirinya sebagai runner up ISL, dan digadang-gadang menjuarai Grup A Menpora Cup.

Persepam yang dianggap anak bawang di turnamen ini membuktikan pameo itu, dengan menumbangkan Mitra Kukar, dua gol tanpa balas. Persib pun bermain tak seperti biasanya, hanya mampu draw 2-2 menghadapi tim nasional Malaysia U-23 yang pantas jadi yuniornya dan hanya mampu menang 2-1 atas Sriwijaya FC yang juga banyak menampilkan pemain yuniornya, U-21. Alasan lelah selalu dikemukakan pelatih Persib, Djajang Nurdjaman yang timnya terakhir bertanding pada 15 September menghadapi Persiwa Wamena.

Kelelahan yang tentunya lebih menghinggapi Sriwijaya karena mereka baru saja selesai berlaga pada 18 September 2013 menghadapi tuan rumah Barito Putra. Esoknya, 19 September, mereka sudah berangkat ke Bandung dan berlaga sehari kemudian dikalahkan Mariners 2-0. Belum lenyap kelelahan itu, Minggu (22/9) malam Sriwijaya bertanding kembali, bahkan masih mampu memasukkan satu gol ke jala Persib, meski akhirnya kalah 1-2.

Bagaimana penampilan Arema sendiri saat menghadapi Loyola? Target wajib juara Menpora Cup yang dibebankan manajemen rupanya jadi beban tersendiri pada Arema, yang hanya menang tipis atas Loyola. Permainan Arema belum segarang biasanya, padahal mereka siap dengan skuad terbaiknya, hanya kehilangan Victor Igfonebo yang ikut dalam Perang Bintang.

Kini, lawan yang dihadapi untuk meraih kemenangan kedua adalah Mitra Kukar yang sebelumnya sesumbar jadi juara tapi tampil loyo. "Pemain seperti tak ingin menang," kata Stefan Hansson dengan kekecewaan yang tak bisa disembunyikannya usai kekalahan dari Persepam.

Apakah pemain Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, akan loyo juga menghadapi Arema?. Pasti Hansson tak mau pulang dengan malu, kalah dari Arema yang jadi pesaing beratnya merebut runner up ISL, apalagi jika di partai terakhir juga keok dari Loyola. Pelatih berpengalaman ini pasti sudah menyiapkan taktik baru untuk mengganjal langkah Singo Edan menjadi juara di kandang sendiri.

Minggu siang tadi, Hansson yang mantan pelatih timnas Myanmar tampak santai di kamarnya. "No training today," ujarnya ramah. Tak lagi tampak kekesalan di wajahnya, malah dia bercerita tentang pengalamnnya melatih di Myanmar, perjalanannya ke Kamboja dan juga romantika masa mudanya. Termasuk Mourinho yang pernah bersamanya saat memberikan pelatihan untuk pelatih di London. "Sombong sekali dia," ujarnya.

Arema harus mewaspadai rasa luka Mitra Kukar akibat keok dari Persepam. Naga Mekes pasti akan menyemburkan api kekecewaannya pada dua lawannya di Grup B, dan Arema jadi yang pertama. Apalagi deretan cedera menghantui Arema usai pertandingan melawan Loyola. Bek andalan, Hasim Kipuw harus digotong keluar lapangan sebelum berakhirnya laga. Alberto Goncalves yang mencetak satu-satunya gol tampak terpincang-pincang di lapangan.

Hansson meliburkan pemainnya tak berlatih tentu punya perhitungan sendiri. Pemain sekaliber Hamka Hamzah, Arif Suyono, Zulkifli Syukur, dan sejumlah pemain lainnya di klub itu tentu mafhum apa yang terbaik untuk disajikan Senin (23/9) menghadapi Arema. Perhitungan yang perlu diwaspadai oleh asisten pelatih Arema, Gethuk yang menggantikan Rahmad Darmawan karena menukangi timnas U-23 berlaga di Islamic Solidarity Games di Palembang.

Spaso dan Herrera pun tentu tak ingin malu karena tak mampu mencetak gol satupun, begitu juga Prangi Pane yang biasanya ganas menyokong kedua striker itu. Tak peduli nantinya Arema masih diperkuat Kurnia Meiga, para pemain Mitra Kukar harus ngotot.

Tak ada salahnya pula meniru fighting spirit Persepam yang nyatanya mampu menjadi senjata tambahan, selain dukungan Kacong Mania. Mereka mampu mengalahkan lawan yang kuat, kenapa tidak juga bagi Mitra Kukar meski tanpa banyak pendukungnya di hadapan puluhan ribu Aremania?.

Seperti dikatakan Hansson saat konperensi pers, Jumat (20/9) "Tak ada satupun tim yang ingin menjadi juara kelima," maka tentu Mitra Kukar pun tak ingin pulang ke Tenggarong dengan menyandang juru kunci alias peringkat ke empat di Grup B ini. (gie)