Minggu, 22 September 2013 | 12:57:29 WIB Oleh : Feryna

Gethuk Tuai Pujian

Gethuk Tuai Pujian
© GarudaSoccer.com

GarudaSoccer.com - Tangan dingin Joko "Gethuk" Susilo mampu memberi kemenangan pertama Arema Indonesia di penyisihan grup B Menpora Cup 2013. Bermain keras dan lugas gaya khas Singo Edan, Loyola Meralco Sparks dibuat bertekuk lutut dengan skor 1-0 lewat tendangan first time Alberto Goncalves, menit 21.

Kegarangan dan permainan lugas yang selama ini hilang, dihidupkan kembali oleh Gethuk. Babak pertama, Arema melakukan pressure keras pada Sparks yang buta dengan gaya permainan tim pujaan Aremania itu. Kaget dengan permainan Arema, mental James Younghusband dkk drop dan akhirnya bermain buruk di babak pertama.

Tak heran, pujian pun terlontar dari banyak pihak. Bukan Beto yang jadi man of the match dalam pertandingan, melainkan Gethuk yang membawa tuah positif bagi Arema karena mengembalikan permainan keras khas Malangan. Namun, pelatih berusia 42 tahun ini merendah dan menyebut bahwa kemenangan adalah hasil kerjasama seluruh elemen Arema, tim pelatih, ofisial, pemain dan tentunya suporter yang datang ke Stadion Kanjuruhan untuk memberi dukungan nyata.

"Ini bukan karena saya. Semua elemen Arema yang jadi man of the matchnya. Tanpa kerjasama dan kebersamaan, Arema tidak akan bisa menang," ungkap Gethuk kepada Malang Post. Secara teknis, Gethuk menilai Sparks sebagai tim yang sangat jago dalam ball possession, jauh melebihi Arema yang selama ISL memakai filosofi tersebut.

"Arema bisa kalah kalau tanding ball possession dan main pelan-pelan. Sejak menit awal kita gempur dan tekan mereka, pressure, pressure dan pressure untuk menutup ruang gerak mereka," tutur mantan striker Arema era Galatama itu. Gethuk mengaku berjudi dengan memainkan strategi pressure keras sejak menit awal.

Pasalnya, Arema tidak bisa melakukan tekanan dan pressure keras lugas hingga 90 menit. "Ini perjudian. Saya yakin anak-anak akan kesulitan bila dipaksa pressing selama 90 menit. Saya maunya pressing tetap ada hingga game berakhir. Tapi, itu tidak mungkin. Permainan di babak kedua menurun. Untung tim lawan tidak tahu perjudian saya," tutupnya.(duy)