Rabu, 25 September 2013 | 02:31:36 WIB Oleh : Feryna

Kelelahan dan Banyak Pemain Cedera Penyebab Mitra Kukar Tak Bertaji

Kelelahan dan Banyak Pemain Cedera Penyebab Mitra Kukar Tak Bertaji
© GarudaSoccer.com

GarudaSoccer.com - Striker Mitra Kukar, Ilija Spasojevic menyampaikan rasa penyesalannya karena tak mampu membawa klub yang dibelanya menjadi kampiun di Indonesian Internasional Tournamen (IIT) - Piala Menpora Cup 2013. Di Piala Menpora Mitra Kukar seakan tak bertaji. Padahal tim asal Tenggarong Kalimantan Timur (Kaltim) ini menempati posisi tiga di klasemen akhir Indonesia Super League (ISL).

Faktor kelelahan akibat minimnya waktu recovery menjadi alasan. Selain itu beberapa pemain andalan Mitra Kukar juga sedang didera cedera. Park Cho Young, misalnya. Ia hanya main 20 menit pada pertandingan pertama. Setelah itu pemain belakang ini terpaksa ditarik keluar oleh coach Stefan Hansson karena menderita cedera pada otot pinggangnya. Sejak itu pemain bernomor punggung 20 ini tak pernah lagi diturunkan.

Pemain lainnya yang juga didera cedera adalah Jesey Pinto. Ia menderita cedera otot paha. Ilija Spasojevic pun demikian. Akibat berbenturan dengan Kayamba Gumb ia terpaksa ditarik keluar ketika babak kedua baru berjalan lima menit pada pertandingan kedua melawan Arema. Ia minta diganti karena tak tahan sakit pada paha kirinya.

Kepada GarudaSoccer.com yang menemuinya di lobi Hotel Regent's Park Malang, eks striker PSM Makassar ini mengaku sudah memaksakan dirinya tetap main sejak benturan yang terjadi di pertengahan babak pertama itu. Tapi baru lima menit memasuki babak kedua ia diganti oleh Jajang Mulyana.

"Saya sudah tidak tahan lagi Bro. Takutnya kalau saya paksakan nanti akibatnya fatal. Makanya saya minta diganti,'' cerita pemain yang mengemas 10 gol sejak gabung dengan Mitra Kukar.

Pemain asing lainnya, Esteban Herrera pun bernasib sama. Selain pemasin asing, beberapa pemain lokal pun ternyata mengalami hal serupa. Ahmad Bustomi misalnya. Ia menderita engkel setelah ikut perang bintang. Sementara Fadil Sausu cedera pada lutut.

Mitra Kukar juga tak membawa Dedi Gusmawan yang baru saja menjalani operasi setelah bebenturan di kepala dengan Ismed Sofyan dalam laga Mitra Kukar vs Persija. Posisi Dedi diganti Fadil Sausu, yang dipaksakan ikut meski ia juga sedang cedera.

Ferdi Irawan, salah seorang staf manajemen Mitra mengakui hal itu. Asisten manager Mitra Kukar, Nor Alam, SE, pun mengamini. Selain cedera faktor lain yang membuat melempemnya tim berjuluk Naga Mekes ini karena pemain sangat kelelahan. Ini akibat padatnya jadwal kompetisi di ISL . Hampir semua pemain kelelahan. Utamanya pemain inti.

"Terakhir kita main tanggal 18 September lawan Persija. Jam 4 subuh tim tinggalkan Tenggarong langsung ke Malang. Itu tanpa istrahat. Dalam kondisi kelelahan kita dihadang lagi oleh jadwal padat di turnamen ini. Wajarlah kalau hasilnya tidak maksimal. Apalagi banyak pemain yang cedera ," timpal pelatih Mitra Kukar, Stefan Hansson.

Klub berjuluk Barisan Kuat ini hanya membawa 18 pemain ke Malang dengan tim yang tidak utuh. Malah hari pertama cuma 16 pemain. Minus Ahmad Bustomi dan Zulham yang absen karena ikut memperkuat tim All Star ISL pada perang bintang melawan Persipura. Akibatnya Mitra Kukar tampil compang-camping.

Keikutsertaan Mitra Kukar di turnamen ini memang tidak memasang target muluk -muluk. "Meski banyak pemain yang cedera tapi selama ini kami tetap berusaha tampil maksimal dan menampilkan permainan terbaik. Tapi inilah hasilnya," tambah Hansson yang juga pernah menangani timnas U-23 Myanmar. ( sri)