Minggu, 22 September 2013 | 20:13:53 WIB Oleh : Feryna

[Match Preview]Loyola vs Persepam : Antara Semangat dan Tak Mau Jadi Turis

Loyola vs Persepam : Antara Semangat dan Tak Mau Jadi Turis
© GarudaSoccer.com

GarudaSoccer.com – Dalam jumpa pers, usai Manager's Meeting di hotel Regent, Jumat (20/9), Asisten Pelatih Persepam Madura United, Jamrowi berbicara merendah soal timnya. Sebagai wajah baru di ISL2012/13 yang baru berakhir, Persepam belajar banyak. Di turnamen Menpora Cup 2013, posisi sebagai under dog juga menjadi motivasi sendiri, dan pemain diharapkan tampil tanpa beban.

Itu pula yang terjadi dalam pertandingan perdana laskar Sape Kerap itu. Mereka tampil taktis, kolektif dan menikmati pertandingan menghadapi Mitra Kukar yang punya peringkat 3 di ISL, satu strip di bawah Arema Indonesia yang jadi runner up. Peringkat Mitra Kukar ini lebih tinggi tujuh tingkat dibanding Persepam yang di tengah di peringkat 10.

Dalam konperensi pers usai pertandingan, coach Daniel Roekito mengatakan bahwa fighting spirit anak-anak Persepam membuat segala berbeda saat di lapangan. Sedangkan Stefan Hansson, pembesut sang Naga Mekes hanya bisa geleng-geleng kepala dengan loyonya semangat bertanding para pemainnya.

Kini semangat itu yang akan dihadapi Loyola Meralco Sparks, peringkat 3 Liga Filipina yang diperkuat kakak beradik Younghusband. Bedanya, kini Persepam bertemu tim yang sedang terluka setela kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Arema Indonesia. Loyola tentu tak mau lagi loyo ketika berhadapan untuk kedua kalinya, karena mereka menganggap serius laga di turnamen memperebutkan Piala Menpora 2013 ini.

Persepam harus mewaspadai Loyola yang ditopang sebuah perusahaan listrik di Filipina ini. Loyola bukan Mitra Kukar yang sudah dua kali mereka hadapi di ISL, dengan rekor menang 3-1 dan kalah 1-2. Kalau kalah lagi dari Persepam, Loyola akan jadi turis saja, karena tertutup peluangnya untuk menjuarai Grup B, dan ini pasti bukan hal yang mereka kehendaki.

Kekalahan dari Arema akan menjadi bahan analisa tersendiri, karena Loyola tak menyangka Arema lebih hebat dari yang mereka dengar dan lihat permainannya melalui video. Sama juga tak ada yang menyangka Persepam bermain bagus, dan menundukkan Mitra Kukar yang bertabur bintang. Permainan Persepam jelas tak lagi cuma didengar karena mereka menyaksikan langsung di lapangan.

Loyola sendiri sebenarnya tim yang bagus, seperti dikatakan Asisten Pelatih Jamrawi saat saya berbincang di hotel Regent Malang. " Fighting spirit tak selalu ada di setiap pertandingan. Ini jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi setiap pelatih bagaimana rasa itu tetap ada pada diri para pemain. Jadi kekalahan Loyola bukan jadi patokan bagi kami untuk bermain santai," ujarnya.

Tak pelak, pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Senin (23/9) akan berjalan menarik. Persepam dengan modal kemenangan yang menambah kepercayaan diri, dan Loyola yang ingin menunjukkan bahwa klub di Filipina pun punya taji. (gie)