Minggu, 28 September 2013 | 21:27:25 WIB Oleh : Feryna

Pemulung Itu Menabung Untuk Arema

Pemulung Itu Menabung Untuk Arema
©GarudaSoccer

GarudaSoccer.com – Sore itu seorang lelaki sedang duduk sendirian di pojok deretan bangku di tribun VIP. Di sebelahnya tampak sebuah karung yang setengahnya penuh berisi barang-barang bekas menemaninya menyaksikan laga Arema Indonesia menghadapi Persepam Madura United, 25 September lalu di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Ahmad Fatoni namanya, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang-barang bekas seperti botol air minteral, kardus dan koran. Karung yang dibawanya itu merupakan hasil keringatnya seharian, yang akan dibawanya ke lapak pedagang untuk dijual.

Sudah lama lelaki kelahiran Pati, Jawa Tengah 37 tahun lalu itu mengidolai Arema. "Sejak 1989, mbak. Mereka punya materi pemain yang bagus. Idola saya Christian Gonzales dan Kurnia Meiga," ujar Ahmad Fatoni yang sering dipanggil Pak Toni kepada GarudaSoccer.com.

Sejak itu ia selalu berusaha menyaksikan aksi Arema saat berlaga di kandang. Bahkan beberapa kali ia juga ikut laga tandang, seperti ke Jakarta pada 3 Juni 2010 saat Arema menghadapi Persija di musim kompetisi ISL 2009/10.

Lalu pada 2010 Pak Toni memutuskan pindah ke Malang, dan karena keadaan ekonomi serta sulitnya mencari pekerjaan, membuatnya memutuskan menjadi pemulung.

"Tak perlu malu, ini pekerjaan halal. Banyak yangmencibir, tapi itu resiko. Semua ingin bekerja jadi pegawai atau punya usaha dengan penghasilan cukup, tapi tentu tak semuanya bisa terwujud. Saya lakoni ini seperti angin mengalir," kata Pak Toni yang saat ini tinggal di sebelah selatan terminal Gadang bersama ibunya.

Dari usaha memulung barang bekas ini, Pak Toni yang masih membujang mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 120.000,- setiap minggunya, yang diaturnya untuk makan dan bayar sewa rumah petak kontrakan.

Lalu bagaimana ia menyisihkan untu membeli tiket pertandingan di Stadion Kanjuruhan, yang untuk kelas VIP turnamen Menpora Cup ini Rp 75.000,-?. "Saya menabung dulu, kan sudah tahu jadwalnya dari teman-teman Aremania, juga dari koran," jawabnya.

Menurut Pak Toni yang berharap Arema menjadi juara Menpora Cup, turnamen seperti ini sangat bagus . "Kita wong cilik maksudnya rakyat biasa sudah cukup terhibur dengan hanya menonton bola," tambahnya.

Ia lalu memusatkan perhatiannya ke lapangan saat babak kedua dimulai. Wajahnya tampak lebih tua dan letih. Tapi itu segera tersapu oleh semangatnya ketika melihat gawang Persepam jebol, meski akhirnya Singo Edan harus puas dengan hasil imbang 2-2, dan melangkah ke babak final menghadapi Central Coast Mariners. (fer)