Senin, 29 September 2013 | 23:14:49 WIB Oleh : Feryna

Wasit Mengecewakan, CCM Menyesal Ikut Final Menpora Cup

Wasit Mengecewakan, CCM Menyesal Ikut Final Menpora Cup
© Feryna

GarudaSoccer.com - Central Coast Mariners (CCM) kecewa terhadap kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra yang memimpin laga final CCM menghadapi Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (29/9). Arema menang 2-1 atas CCM dan menjadi juara turnamen Menpora Cup 2013.

Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 40.000 Aremania itu, dua Arema disumbangkan oleh Keith Kayamba Gumbs di menit ke 41 dan 52, semuanya dari "hadiah" penalti. Gol CCM diciptakan Marcos Flores pada menit ke-45.

Hadiah penalti pertama diberikan setelah kapten CCM John Hutchinson dinilai wasit Oki Dwi Putra Senjaya melanggar Greg Nwakolo. Hadiah penalti kedua diberikan setelah seorang pemain CCM dinilai wasit Oki melakukan handsball.

Usai pertandingan, para pemain CCM tak mau keluar dari ruang ganti untuk menerima pengalungan medali. Hanya Asisten Pelatih CCM, Phil Moss yang menerima medali juga, juga giant check untuk runner-up senilai Rp 250 Juta. Moss juga segera turun dari panggung, melepas medali dan menyerahkan kepada salah satu staf CCM.

Dalam konperensi pers, Phil Moss menilai wasit Oki tidak memimpin laga secara adil. Meski begitu, ia mengaku tak dendam, baik kepada wasit maupun Arema.

"Pertama kali terima kasih kepada tim. Akan tetapi saya melihat, lebih baik tidak mengikuti pertandingan final ini jika tidak berjalan fair. Lebih baik pulang empat hari lalu ke Australia. Perlakuan wasit dalam pertandingan tidak bagus. Selain itu, kita tidak punya pemain pengganti," ujar Moss.

"Kita adalah pemenang terbaik di Australia. Kita sudah berharap wasit fair. Tapi masih saja tidak bagus. Diluar pertandingan, kita sudah saling memaafkan. Setelah pertandingan usai, kita tidak ada persoalan dengan wasit atau Arema," tegasnya.

Moss juga mengatakan, CCM sudah bermain dengan baik. Pelatih kepala, Graham Arnold juga memberikan dukungan dari Australia. "Pemain kita meninggalkan anak istri. Jika tahu kondisi dilapangan seperti ini, lebih baik pulang lebih awal." (gie)